Salam Pertanian dari Jombang! Kali ini, perjalanan tim Cap Bapak-Ibu Tani membawa kami ke lahan cabai yang subur di daerah Ngoro, Jombang. Kami berkesempatan untuk menyambangi Bapak Cahyo, seorang petani cabai yang dikenal dengan dedikasinya dalam mengembangkan budidaya cabai.
Pada kunjungan ini, Bapak Bowo dan Bapak Ipul dari tim kami disambut hangat oleh Bapak Cahyo. Di tengah hamparan tanaman cabai yang mulai berbuah, obrolan seputar perawatan dan tantangan budidaya cabai pun mengalir dengan akrab.
Bapak Cahyo berbagi pengalamannya dalam menggunakan kombinasi pupuk NPK 16-16-16 dan NPK 15-15-15 Cap Bapak-Ibu Tani pada lahan cabainya. Beliau menjelaskan bahwa strategi pemupukan yang ia terapkan disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman.
"Awalnya, saya pakai NPK 16-16-16 untuk memacu pertumbuhan vegetatif. Setelah tanaman mulai kokoh dan siap berbunga, saya ganti dengan NPK 15-15-15," terang Bapak Cahyo sambil menunjuk barisan tanaman cabai yang hijau royo-royo. "Saya lihat, pertumbuhan tanamannya seragam, daunnya hijau segar, dan yang paling penting, bunganya lebat dan banyak yang jadi buah."
Mengapa Kombinasi NPK 16-16-16 dan 15-15-15?
-
NPK 16-16-16 (Seimbang): Dengan rasio Nitrogen, Fosfor, dan Kalium yang seimbang, pupuk ini sangat ideal di fase awal pertumbuhan (vegetatif) untuk membangun struktur tanaman yang kuat, seperti akar, batang, dan daun. Tanaman cabai memerlukan fondasi yang kokoh sebelum memasuki fase produktif.
-
NPK 15-15-15 (Juga Seimbang): Pupuk ini juga memiliki rasio NPK yang seimbang, namun bisa menjadi pilihan lain atau pelengkap di fase pertengahan hingga menjelang pembungaan dan pembuahan. Pemberian pupuk NPK seimbang secara berkelanjutan memastikan ketersediaan nutrisi makro yang cukup untuk semua proses vital tanaman, mulai dari pertumbuhan vegetatif hingga produksi buah. Kombinasi keduanya memastikan tanaman terus mendapatkan nutrisi yang optimal.
Selama survei, Bapak Bowo dan Bapak Ipul mengamati secara seksama setiap detail tanaman cabai Bapak Cahyo. Dari kekokohan batang, warna daun yang sehat, hingga jumlah bakal buah yang bermunculan. Kondisi lahan yang terawat, ditambah dengan sistem irigasi tetes sederhana yang diterapkan Bapak Cahyo, menunjukkan komitmen beliau dalam menghasilkan panen cabai berkualitas.
"Alhamdulillah, dengan pupuk ini, cabai saya lebih tahan penyakit dan produksinya juga cukup stabil," kata Bapak Cahyo dengan raut wajah puas.
Kunjungan ini semakin menegaskan komitmen Cap Bapak-Ibu Tani untuk selalu hadir mendampingi para petani. Kami tidak hanya menyediakan produk berkualitas, tetapi juga berupaya memahami kebutuhan dan tantangan petani di lapangan. Kisah sukses Bapak Cahyo di Ngoro, Jombang, ini adalah salah satu bukti nyata bahwa dengan pupuk yang tepat dan perawatan yang optimal, hasil panen melimpah bukanlah sekadar impian.
Semoga panen cabai Bapak Cahyo di Ngoro, Jombang, terus sukses dan memberikan berkah. Mari terus berinovasi demi pertanian Indonesia yang lebih maju!
Salam Petani Hebat!



